Senin, 25 Juni 2012

imunisasi


KONSEP DASAR IMUNISASI

A. PENGERTIAN IMUNISASI.
Kata imun berasal dari bahasa Latin (immunitas) yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada para senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai warganegara biasa dan terhadap dakwaan. Dalam sejarah, istilah ini kemudian berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi perlindungan terhadap penyakit, dan lebih spesifik lagi, terhadap penyakit menular (Theophilus, 2000; Mehl dan Madrona, 2001).
Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya, yang masuk ke dalam tubuh.  Kuman termasuk antigen yang masuk ke dalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi. Pada umumnya, reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat, karena tubuh belum mempunyai “pengalaman”. Pada reaksi yang ke-2, ke-3 dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak. Itulah sebabnya, pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya,  perlu dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinasi.
B. TUJUAN IMUNISASI.
Tujuan dari imunisasi adalah untuk menguranggi angka penderitaan suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat di hindari dengan imunisasi yaitu:

Hepatitis.
Campak.
Polio.
Difteri.
Tetanus.
Batuk Rejan.
Gondongan
Cacar air
TBC

C. MACAM_MACAM IMUNISASI.

Ø Imunisasi Aktif.
Adalah kekebalan tubuh yang di dapat seorang karena tubuh yang secara aktif membentuk zat antibodi, contohnya: imunisasi polio atau campak . Imunisasi aktif juga dapat di bagi 2 macam:


1.    Imunisasi aktif alamiah
Adalah kekebalan tubuh yang secara ototmatis di peroleh sembuh dari suatu penyakit.
2.    Imunisasi aktif buatan
Adalah kekebalan tubuh yang di dapat dari vaksinasi yang di berikan untukmendapatkan
perlindungan dari sutu penyakit.
Ø Imunisasi Pasif.
Adalah kekebalan tubuh yang di dapat seseorang yang zat kekebalan tubuhnya di dapat dari luar.Contohnya Penyuntikan ATC (Anti tetanus Serum).Pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contah lain adalah: Terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagi jenis antibodi dari ibunya melalui darah placenta selama masa kandungan.misalnya antibodi terhadap
campak.
Imunisasi pasif ini di bagi yaitu:
Imunisai pasif alamiah
Adalah antibodi yang di dapat seorang karena di turunkan oleh ibu yang merupakan orang tua kandung langsung ketika berada dalam kandungan.
Imunisasi pasif buatan.
Adalah kekebalan tubuh yang di peroleh karena suntikan serum untuk mencegah penyakit tertentu.
 
D. JENIS-JENIS IMUNISASI.

1. Imunisai BCG adalah prosuder memasukkan vaksin BCG yang bertujuan memberi kekebalan tubuh terhadap kuman mycobakterium tuberculosis dengan cara menghambat penyebaran kuman.

2. Imunisasi hepatitis B adalah tindakan imunisasi dengan pemberian vaksin hepatitis B ke tubuh bertujuan memberi kekebalan dari penyakit hepatitis.

3. Imunisasi polio adalah tindakan memberi vaksin
poli (dalam bentuk oral) atau di kenal dengan nama oral polio vaccine (OPV) bertujuan memberi kekebalan dari penyakit poliomelitis.Imunisasi dapat di berikan empat kali dengan 4-6 minggu.

4. Imunisasi DPT adalah merupakan tindakan imunisasi dengan memberi vaksin DPT (difteri pertusis tetanus) /DT (difteri tetanus) pada anak yang bertujuan memberi kekebalan dari kuman penyakit difteri,pertusis,dan tetanus. Pemberian vaksin
pertama pada usia 2 bulan dan berikutnya dengan interval 4-6 minggu.
Difteri  : Penyakit difteri termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheria. Bakteri tersebut bersarang dan berkembang biak dalam tenggorokan dengan toksin yang sangat kuat. Penularannya bisa terjadi melalui udara atau cipratan sewaktu si penderita batuk atau bersin. Toksin dari bakteri itu dapat merusak saluran pernafasan dan masuk ke dalam aliran darah hingga bisa menyebabkan kelainan pada organ tubuh yang penting, misalnya jantung. Penyakit tersebut terutama menyerang anak-anak usia balita, padahal difteri bisa ditangkal dengan imunisasi DPT.
Pertusis (Batuk Rejan)   : Pertusis disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis yang bersarang di saluran pernafasan. Penyakit yang mudah menular tersebut digolongkan sebagai penyakit berat pada bayi. Pada balita, jarang menyebabkan kematian. Namun adanya batuk yang disertai nafas yang tersengal serta muntah-muntah dapat menimbulkan gangguan gizi pada anak, akibatnya pertumbuhannya akan terganggu. Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi DPT.
Tetanus    :  Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri clostridium tetani yang terdapat dimana-mana, misalnya di tanah, kotoran hewan, debu dan lain sebagainya. Bakteri tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka yang tercemar oleh kotoran. Di dalam luka itu, bakteri akan berkembang biak dan membentuk toksin yang menyerang saraf. Gejala awal berupa ketegangan pada otot rahang dan leher yang dalam beberapa hari dapat berubah menjadi kejang otot disertai kesulitan menelan, gelisah dan mudah terangsang oleh suara, sentuhan, sinar dan sebagainya. Penyakit tetanus dapat dicegah dengan imunisasi DPT/DT pada usia bayi. Selain itu, wanita yang tengah hamil juga perlu diberikan imunisasi dengan vaksin TT (Tetanus Toksoid) untuk melindungi bayinya dari tetanus ketika lahir.
5. Imunisasi campak adalah tindakan imunisasi dengan memberi vaksin campak pada anak yang bertujuan memberi kekebalan dari penyakit campak. Imunisasi dapat di berikan pada usia 9 bulan secara subkutan,kemudian ulang dapat diberikan dalam waktu interval 6 bulan atau lebih setelah suntikan pertama .


Imunisasi yang diwajibkan
NO
JENIS VAKSIN
WAKTU PEMBERIAN
CARA PEMBERIAN
EFEK SAMPING

MANFAAT
WAKTU PERLINDUNGAN

INDIKASI

KONTRA INDIKASI
1.
BCG
usia 0-3 bulan di ulang usia 10-13 tahun (kalau perlu)
Lengan kanan atas luar 1cc-0.05 cc
Sakit dan kaku di tmpat suntikan
Mencegah TBC
Seumur hidup
Memberikn kekabaln ktif pada tuberculusis
-Penyakit kulit menahun
-sedang tertular TBC
-gizi buruk
-demam tinggi
kehamlan
2
Hepatitis B
3X= 0 bulan
= 1 bulan
=3-6 bulan
Paha tengah bagian luar IM-0,5cc

Penceghan penularan HB
           -
Memberikan kekebalan aktif pada penyait hepattis B
Hipertinsi terhadap komponen vaksin, infeksi berat , kejang.
3
DPT
Usia 2,4,6,18 bulan dapat diulang 5&12 tahun
Paha tengah bagian luar IM-0,5cc
Demam. Tempat suntik kan sakit
Mencegh penularan difteri, pertusis dan tetanus.
Tetanus harus diulang setiap 5 tahun.
     -
Gejala ke abnormalan otak dan syraf.
4
Campak
2X = 9 bulan, 6 tahun
Lengan kiri atas SC-0,5 cc
Demam, timbul bercak bercak.
Mencegah penularan penyakit campak.
Belum diketahui
Memberikann kekebalan aktif pada pnyakit campak
Immune deficiency
5
Polio
Usia 0,2,3 ,4,6,18 bulan diulang usia 5 tahun
Mulut tetes -2 tets
Tidak ada
Mencegah kelumpuhan
Harus diulang agar selalu diulangi
Memberikan kekebalan aktif pada poliomelitis
-demam
-muntah/diare
-radiasi
-keganasan
-HIV












Imunisasi yang dianjurkan:
Vaksinasi
Jadwal pemberian-usia
Booster/Ulangan
Imunisasi untuk melawan
MMR
1-2 tahun
12 tahun
Measles, meningitis, rubella
Hib
3bulan-dosis 1
4bulan-dosis 2
5bulan-dosis 3
18 bulan
Hemophilus influenza tipe B
Hepatitis A
12-18bulan
--
Hepatitis A
Cacar air
12-18bulan
--
Cacar air

MEKANISME IMUNISASI DALAM PROSES PENCEGAHAN PENYAKIT

Imunisasi bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi terhadap organisme tertentu,tanpa menyebabkan seorang sakit terlebih dahulu.vaksin zat yang di gunakan untuk membentuik imunitas tubuh. Terbuat dari mikroorganisme ataupun bagian dari mikroorganisme penyebab infeksi yang telah di matikan atau di lemahkan tidak akan membuat penderita jatuh sakitvaksin di masukan kedalam tubuh yang biasanya melalui suntikan. Sistem pertahanan tubuh kemudian akan bereaksi ke dalam vaksin yang di masukan ke dalam tubuh tersebut sama seperti apabila mikroorganisme menyerang tubuh dengan cara membentuk antibodi kemudian akan membunuh vaksin tersebut layaknya membunuh mikroorganisme yang menyerang. Kemudian antibodi akan terus berada di peredaran darah membentuk imunisasi ketika suatu saat tubuh di serang oleh mikroorganisme yang sama dengan yang terdapat di dalam vaksin,maka antibodi akan melindungi tubuh dan mencegah terjadinya infeksi. Pada anak yaitu:Polio,campak,rubella,difteria,batuk rejan,meningitis,cacar air,gondongan,dan hepatitis B.Sedangkan terdapat 3 jenis vaksinasi yag di berikan pada kelompok anak-anak ataupun dewasa dengan resiko tinggi menderita infeksi yaitu: Hepatitis A.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar